Pria China yang Rantai dan Siksa Perempuan Dihukum 9 Tahun – JazirahNews.com

[ad_1]

Seorang pria China pada hari Jumat (7/4) dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara karena menyiksa dan menahan seorang perempuan secara tidak sah. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, perempuan itu terlihat dirantai sehingga memicu protes di negara itu tahun lalu.

Penyiksaan terhadap perempuan yang dikenal dengan sebutan “Xiaohuamei,” atau Bunga Plum Kecil, menimbulkan keprihatinan luas di China pada Februari tahun lalu dan sempat menjadi sorotan selama penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Beijing.

[related by=”latepost” jumlah=”2″ mulaipos=”1″]

Kisahnya muncul di media sosial China meskipun ada sensor keras dari pemerintah dan mendorong media nasional untuk menyoroti skandal tersebut.

Setelah pengumuman hukuman pada hari Jumat, kasus tersebut menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari di platform media sosial China Weibo. Banyak orang mengeluh bahwa hukuman sembilan tahun penjara bagi pria itu terlalu ringan mengingat apa yang dia lakukan terhadap perempuan itu.

Pengadilan di kota Xuzhou yang menjatuhkan hukuman mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Dong Zhimin dan mendiang ayahnya membeli Bunga Plum Kecil pada akhir 1990-an seharga 5.000 yuan ($727) dan bahwa ia telah menyiksanya dalam beberapa tahun terakhir dengan merantai lehernya dan mengikat tubuhnya dengan potongan kain dan tali.

[related by=”latepost” jumlah=”2″ mulaipos=”3″]

Perempuan itu menderita kelaparan dan tinggal di tempat tanpa air atau listrik, kata pengadilan tersebut. Bunga Plum Kecil adalah ibu dari delapan anak biologis Dong.

“Penganiayaan Dong Zhimin telah menyebabkan gangguan serius pada kesehatan Bunga Plum Kecil. Setelah pemeriksaan, Bunga Plum Kecil didiagnosis menderita skizofrenia,” kata pernyataan itu.

Pengadilan juga memvonis lima orang lainnya dengan hukuman penjara antara delapan dan 13 tahun, serta mendenda mereka karena memperdagangkannya beberapa dekade lalu.

[related by=”latepost” jumlah=”2″ mulaipos=”5″]

Menurut penyelidikan, Bunga Plum Kecil pertama kali dibawa ke provinsi Jiangsu di pantai timur China dari provinsi Yunnan setelah ia diculik pada awal 1998. Para penculik menjualnya ke seorang petani seharga 5.000 yuan ($727).

Setelah tinggal bersama petani itu untuk sementara waktu, perempuan itu menghilang dan ditemukan oleh sepasang suami istri di provinsi Henan di China tengah pada Juni 1998. Pasangan itu kemudian menjualnya kepada dua orang lainnya seharga 3.000 yuan ($436) dan pasangan lainnya itu kemudian menjualnya seharga 5.000 yuan ($727) ke Dong Zhimin di daerah Feng di Jiangsu.

Istri dari pasangan yang pertama tidak didakwa karena dampak dari perannya dianggap relatif kecil, kata pengadilan tersebut, tetapi suaminya dan pasangan yang menjual Bunga Plum Kecil kepada Dong termasuk di antara lima orang yang dituntut dan dihukum karena memperdagangkannya.

[related by=”latepost” jumlah=”2″ mulaipos=”7″]

Kantor berita resmi Xinhua mengutip pernyataan dokter yang memeriksa Bunga Plum Kecil yang mengatakan bahwa perempuan itu masih dirawat di rumah sakit. Tetapi putra sulungnya mengatakan kepada Xinhua bahwa ibunya, yang dulu tidak dapat mengidentifikasinya, sekarang dapat mengenalinya dan memanggilnya dengan namanya.

Di Weibo, banyak orang mengungkapkan kemarahan mereka atas kasus tersebut. Seorang warganet mengatakan, “Hanya sembilan tahun? Sembilan tahun karena menghancurkan hidupnya? Apa-apaan ini.” [ab/rd]

[ad_2]

[related by=”latepost” jumlah=”2″ mulaipos=”9″]

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *