Khamenei Ancam Balas Israel, Trump Sebut Bisa Habisi Iran

Ketegangan Iran-Israel memuncak, Trump klaim bisa bunuh Khamenei kapan saja, namun memilih menahan diri demi keamanan warga Amerika

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 19 Juni 2025 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Instagram.com @khamenei.english_)

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Instagram.com @khamenei.english_)

TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengeluarkan pernyataan tegas pada Rabu, menanggapi serangan militer Israel ke wilayah Iran yang terjadi di tengah negosiasi rahasia antara Teheran dan Amerika Serikat.

Khamenei menyebut bahwa tindakan Israel merupakan kesalahan strategis dan memperingatkan akan ada pembalasan lebih lanjut dari Iran terhadap agresi tersebut.

“Tuhan Yang Mahakuasa pasti akan membuat rakyat Iran benar-benar menang,” kata Khamenei dalam pidato resminya, seperti dikutip oleh kantor berita IRNA.

Khamenei menambahkan bahwa Israel telah bertindak gegabah karena meluncurkan serangan saat Iran sedang menjalani diplomasi aktif, bukan operasi militer ofensif.

“Musuh kita berpikir mereka bisa melemahkan kita dengan kekerasan, tetapi mereka justru memperkuat tekad kita,” ujar Khamenei dalam pernyataan tertulis.

Ia menyatakan bahwa Iran memiliki rencana matang untuk membalas tindakan Israel, meski tidak merinci bentuk pembalasan itu.

Kantor berita IRNA juga melaporkan bahwa Dewan Keamanan Nasional Iran sedang mempersiapkan langkah-langkah lanjutan sebagai respons resmi terhadap aksi militer Tel Aviv.

Dalam waktu bersamaan, Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, menyerukan komunitas internasional untuk tidak tutup mata atas “provokasi terang-terangan Israel yang mengancam stabilitas kawasan”.

Trump: Kami Bisa Habisi Khamenei, Tapi Tidak Sekarang

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga ikut memberikan komentar kontroversial, menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Melalui akun media sosialnya di Truth Social, Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat mengetahui lokasi persembunyian Ayatollah Ali Khamenei.

“Kami tahu persis di mana ‘Pemimpin Tertinggi’ itu bersembunyi,” tulis Trump.

“Dia adalah target yang mudah, tetapi aman di sana – kami tidak akan menghabisinya, setidaknya tidak untuk saat ini,” tambahnya.

Trump menyampaikan bahwa kesabaran Amerika terhadap Iran “kian menipis” dan memperingatkan potensi intervensi militer jika Iran menyerang warga sipil atau tentara AS.

“Kami tidak ingin rudal ditembakkan ke warga sipil, atau tentara Amerika,” tulisnya lagi dalam unggahan lanjutan.

Dengan huruf kapital penuh, Trump kemudian menulis, “MENYERAHLAH TANPA SYARAT!”

Pernyataan ini menimbulkan reaksi beragam, termasuk dari kalangan analis kebijakan luar negeri Amerika yang menilai Trump berusaha menciptakan tekanan psikologis terhadap kepemimpinan Iran.

Iran–Israel Menuju Eskalasi Baru, AS di Tengah Persimpangan Strategis

Ketegangan antara Iran dan Israel kini memasuki fase yang lebih genting, setelah rentetan serangan udara, sanksi ekonomi, dan diplomasi tertutup yang gagal meredakan konflik.

Israel belum mengonfirmasi secara resmi serangan udara terakhir ke fasilitas militer di Iran, namun pejabat militer Israel sebelumnya mengisyaratkan bahwa operasi preventif mungkin diperlukan untuk mencegah program nuklir Iran berkembang lebih jauh.

Iran membantah bahwa fasilitas yang diserang berkaitan dengan pengembangan senjata nuklir dan menegaskan haknya untuk mempertahankan kedaulatan nasional dari serangan luar.

Sementara itu, Amerika Serikat berada dalam posisi sulit, antara mempertahankan aliansinya dengan Israel dan mencegah konflik regional yang lebih luas dengan Iran.

Analis dari Council on Foreign Relations menyebut bahwa pernyataan Trump bisa mempersulit upaya diplomasi Presiden Joe Biden yang cenderung menghindari konfrontasi langsung dengan Iran.

“Sinyal campur aduk dari Washington hanya akan memicu kebingungan dan perhitungan keliru dari pihak Iran,” kata Richard Haass, presiden emeritus CFR, dalam artikelnya pekan ini.

Risiko Perang Terbuka dan Masa Depan Diplomasi Kawasan Timur Tengah

Potensi pecahnya perang terbuka antara Iran dan Israel menjadi kekhawatiran utama para diplomat global, terutama dengan meningkatnya retorika dari kedua pihak.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Pakar geopolitik dari Carnegie Middle East Center memperingatkan bahwa jika konflik meningkat, kawasan Teluk Persia dan Timur Tengah akan kembali menjadi pusat ketidakstabilan global.

“Konflik langsung antara Iran dan Israel, jika meluas, bisa melibatkan proksi militer seperti Hizbullah di Lebanon dan kelompok bersenjata di Suriah dan Irak,” tulis Lina Khatib, analis senior di Carnegie.

Di sisi lain, suara-suara dari komunitas internasional mendesak agar dialog damai kembali menjadi prioritas.

Termasuk keterlibatan negara-negara kawasan seperti Turki, Arab Saudi, dan bahkan Tiongkok sebagai penengah potensial.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Sekjen PBB António Guterres dalam pernyataan resminya meminta “semua pihak untuk menahan diri” dan mendesak “resolusi damai melalui mekanisme internasional”.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Mediaagri.com dan Infofinansial.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media On24jam.com dan Kilasnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallosolo.com dan Hallojabar.com

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

160 Pembicara Global Hadir, Forum Umrah Madinah Tembus Rekor Partisipasi
Arab Saudi Perkenalkan Teknologi Baru Layanan Jemaah di Forum Umrah dan Ziarah
Lebih dari 50 Pakar Dunia Bahas Sejarah Haji dan Dua Masjid Suci di Jeddah
Rencana Gaza Riviera Bocor, Rp1.642 Triliun Disiapkan Investor
Kematian Pangeran Tidur Saudi, Al-Waleed, Akhiri Penantian 20 Tahun
Tiongkok dan Rusia Tegaskan Komitmen Terhadap Stabilitas Timur Tengah
Prabowo Tampil di Barisan Depan dalam KTT BRICS Brasil
Israel Serang Iran, Trump Tak Peduli, Dunia Bisa Runtuh
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 19:52 WIB

160 Pembicara Global Hadir, Forum Umrah Madinah Tembus Rekor Partisipasi

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:32 WIB

Arab Saudi Perkenalkan Teknologi Baru Layanan Jemaah di Forum Umrah dan Ziarah

Senin, 10 November 2025 - 06:50 WIB

Lebih dari 50 Pakar Dunia Bahas Sejarah Haji dan Dua Masjid Suci di Jeddah

Kamis, 4 September 2025 - 07:18 WIB

Rencana Gaza Riviera Bocor, Rp1.642 Triliun Disiapkan Investor

Senin, 21 Juli 2025 - 08:18 WIB

Kematian Pangeran Tidur Saudi, Al-Waleed, Akhiri Penantian 20 Tahun

Berita Terbaru