JAZIRAHNEWS.COM – Turki menuding Israel sengaja menggunakan konflik regional sebagai dalih untuk membenarkan meningkatnya “pendudukan dan perluasan wilayah.”
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan hal itu, Sabtu (5/10/2024), dia merujuk pada rencana imperialis pada akhir Perang Dunia I.
“Seperti di awal abad lalu, rencana licik untuk menggambar batas wilayah kita dengan darah telah dipraktikkan,” kata Erdogan.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Terapi CAR-T Pertama di Dunia untuk Tumor Padat Segera Tersedia di Tiongkok
Narada Luncurkan Sistem Daya Cadangan Generasi Baru untuk AIDC, AIOn X-Rate
Ceva Animal Health Menunjuk Sébastien Huron Sebagai Wakil Chief Executive Officer

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, Israel hanya memanfaatkan konfliknya dengan kelompok Hamas Palestina, kelompok Lebanon Hizbullah, Yaman, Suriah, dan Iran sebagai alasan untuk membenarkan kejahatannya.
“Pemerintah Israel muncul dengan pembenaran baru setiap hari untuk melegitimasi kebijakan pendudukan dan invasinya,” tutur Erdogan.
Sementara itu, masih menurut Erdogan, negara-negara Barat mengabaikan tindakan Israel karena rasa bersalah mereka atas peristiwa Holocaust.
Baca Juga:
SANY Catat Kenaikan Laba Bersih Sebesar 41% pada 2025; Arus Kas Operasional Tembus US$2,80 Miliar
Dia meminta para pendukung Israel untuk bertindak “rasional” dan berhenti mendukung kebijakan Tel Aviv.
“Jika tidak, api yang dinyalakan oleh pemerintah Israel yang haus darah tidak hanya akan membakar wilayah ini dan orang-orang yang tinggal di sini, tetapi juga Anda,” ujarnya, memperingatkan.
Erdogan juga menggarisbawahi perlawanan Palestina terhadap perlakuan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 atau hampir setahun yang lalu.
Tidak ada kejahatan dan kebiadaban yang dapat mematahkan perlawanan rakyat Gaza, katanya.
“Saudara-saudara kita di Gaza telah melawan penjajah Zionis dengan heroik selama 364 hari meskipun menghadapi segala kesulitan,” ujarnya.
Menegaskan kembali posisi Turki, Erdogan mengatakan Ankara akan teguh mendukung Gaza dengan segala cara yang bisa dilakukan.
Turki pun tidak pernah ragu untuk mengatakan hal yang sama di pertemuan-pertemuan PBB, seperti yang disampaikannya kepada publik dalam negeri, kata dia.
Turki adalah satu-satunya negara yang menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Israel, katanya.
Erdogan mendesak dunia Islam untuk mengambil langkah-langkah ekonomi dan komersial untuk mencegah agresi Israel.
“Itu lebih dari sekadar pilihan, melainkan kewajiban,” ujarnya.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Haibisnis.com dan Infoemiten.com
Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Halloup.com dan Harianjayakarta.com
Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)
Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com: 085315557788, 087815557788, 08111157788.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News.





















